Assalamualaikum temen-temen, hari ini gue ingin cerita salah-satu moment seru saat menjadi LO alias Liaison Officer dari acara
FSLDKN XVII yang berlangsung di kote Pontianak tercinta ini. Nahh salah satu
momen seru itu adalah ketika gue bisa
menyaksikan secara langsung sang wanita inspirasi Indonesia yang hebat,
kreatif, smart, asik, udah itu ia adalah seorang istri yang solehah, seorang
penulis 24 buku best seller di Indonesia, wuhh terus apa lagi ya? Yaaa pokoknya
hebatlah, dan bisa dibilang gue merupakan salah satu penggemar sosok penulis
wanita ini. Rugi deh kalau gak datang di acara seminar ini.
Pokoknya wahhladah
seru abis, bisa bertemu tokoh wanita inspirasi Indonesia di bumi khatulistiwa
ini. Kalo lo datang terus denger apa yang dia katakan pasti lo bakalan punya
pemikiran sama kayak gue. Kata-katanya itu loh, asli sangat menawan sama sperti tulisan-tulisannya di buku yang
sudah diterbitkannya salah satu bukunya yang sukses itu yah.. yang lagi di
gandrungin anak muda muslim Indonesia saat ini apa lagi kalo bukan Novel berjudul
“Assalamualaikum Beijing”.
Aduh kayaknya
gue terlalu banyak basa basi, maaf ye? Jangan marah. Maklumlah kalo kata temen,
gue ini kayak anak alay haha wkwkwk (gurau jak). So bagi temen-temen yang suka
baca novel pasti tahu siapa sosok penulis buku “Assalamualaikum Beijing” itu siapa
lagi kalo bukan Asma Nadia, kalo kata MC seminar waktu itu Asma Nadia disingkat
jadi Asna. Kalo gue manggilnya Bu Asna aja haha.
Sabtu tanggal
21 Februari 2015 sekitar pukul 13.00-15.00 di Auditorium Untan. Temen-temen
peserta FSLDKN dari seluruh Indonesia, para panitia dan LO yang stand by di
sana (termasuk Gue), dan warga pontianak yang hadir waktu itu seakan menjadi saksi
dan terpaku. Sebelum Bu Asna memberikan materinya, sudah lebih dahulu ada pesan
dan materi singkat dari Ust. Harjani. Namun nampaknya para muslimah dan
tementemen pada nugngguin materi dari bu Asna. Kalo menurut gue, ketika melihat
sosok wanita yang hebat seperti itu gue jadi inget sosok Ibu dirumah. Huhu
terharu..
Tenang aja,
bagi temen-temen yang gak datang, gue bakalan sedikit cerita dari sekian banyak
materi yang gue dapatkan. Hal pertama yang gue ingat itu adalah akun twitternya,
nih gue kasi nama akunnya @asmanadia,
kalau gak salah ya, boleh lah ini dicek dan di follow temen-temen. Gue
sebenarnya masih bingung tema seminar waktu itu yah mungkin karena terlalu
terkagum-kagum. Beberapa hal Bu Asna sampaikan diantaranya tentang keluarga. Ia
menyampaikan bahwa “Tugas orang tua itu
adalah tidak mematikan mimpi besar anaknya”. Nah dan setiap orang tidaklah
patut merasa miskin dan lemah, “Janganlah
diantara kita merasa miskin karena sesungguhnya kita punya Allah yang maha
kaya, dan janganlah diantara kita merasa lemah karena kita
memiliki Allah yang maha kuat”.
Gimana kurang
puas? masih ada lagi nih temen-temen pesan yang disampaikan dari Bu Asna, ia
mengatakan “jika kita ingin mengubah
dunia mulailah dari mengubah wanita, mengapa wanita? Sebelumnya saya ingin
minta maaf dulu sama yang laki-laki. Oke jadi jika kita mengubah laki-laki kita
hanya mengubah dirinya sendiri, namun jika kita mengubah wanita kita akan
mengubah keluarganya, jika keluarganya sudah berubah maka kita akan mengubah
masyarakat dilingkungannya, selanjutnya kita akan mengubah bangsa, dan
selajutnya Negara, serta insyaAllah kita bisa mengubah dunia” hmmm jadi semua perubahan berawal dari wanita
ya? Betol gak bu.
Nah sekarang gue mau ngasi kutipan dari bu asna
yang paling asik, gini nih “bagaimana
kita bisa mengubah dunia kalau kita jomblo selamanya” eitss jomblo? Gak jomblo
bukan maksudnya pacaran yah temen-temen, tetapai ia menuturkan bahwa zaman
sekarang banyak wanita karir yang malas menikah karena sibuk dengan karirnya
atau trauma dengan hubungan masa lalunya. Padahal menikah itu adalah ibadah
yang Allah menjanjikan pahala didalamnya “masa
sih surga tidak cukup indah untuk membuatmu move on” asikdah ini
kata-katanya bu Asna. Haha mantab, pasti makin iri tuh yang gak dateng.
Selain itu
masih ada lagi temen-temen, bu Asna juga memberikan beberapa masukan apa sih yang harus dilakukan sebelum
menikah.
- Teropong diri dan bikin list. Maksudnya kita harus melihat lebih jauh seberapa baik diri kita dan buat rencana serta buat list target dan tujuan yang harus dicapai dikemudian hari, kalo bahasa kerennya tuh Visioner.
2. Asah dan kembangkan spesialisasi kita. Spesialisasi apaan ya? Maksudnya tuh passion kita atau
apa hal yang senang kita lakukan. Hmm mungkin hobi atau apalah, nah terkadang
kita tidak menemukan Passion itu maka perlu dicari dan kemudian diasah dan
dikembangkan.
3. Ukur kemampuan. Kalo ini kita harus terus kita lakukan tiap saat, jadi
jangan sampai karena tak bisa mengukur diri dengan kesibukan yang dilakukan
kita tidak dapat memanajemen waktu dengan baik.
4. Jadi muda berpenghasilan. Bagi yang cowok nih, harusnya mampu memiliki
pekerjaan. Kalo gak kerja gimana mau ngasih makan istrinya. Haha iya nggak? Ya
iyalah.
5. Optimalkan waktu untuk hal yang positif. Nah hal positif ini salah satunya adalah dengan berorganisasi,
tentunya organisasi yang sesuai dengan passion kita supaya dapat mengasah dan
mengembangkat potensi yang kita miliki.
6. Baca dan baca!. Kenapa membaca? Karena laki-laki yang suka membaca itu
akan senantiasa memperbaiki diri menjadi lebih dewasa. Begitu pula yang terjadi
pada wanita. Maka biasakanlah diri kita untuk membaca, perintah pertama yang
Allah turunkan aja tentang membaca.
Wuhh.. gimana
temen-temen, masih kurang ya? Tenang-tenang gue masih punya yang lain. Nih
waktu itu bu Asna ngasi kata mutiara yang kece abizz “Ajarkanlah istri agar tak bersanding dengan mu wahai suami, tapi ajarkanlah
padanya agar menguatkan sandarannya pada Allah” terus ia juga mengatakan“Tugas tiap muslimah adalah mencari ayah
yang terbaik bagi anak-anaknya” nah
sekarang pertanyaan para muslimah adalah seperti apa ciri-ciri lelaki
terbaik itu. Tenang.. Bu asna
menuturkan:
1.
Pria sejati
adalah yang tahu jelas tujuan lima tahun dari sekarang (maksudnya tuh visioner
temen-temen), kalau Cowok biasa pasti gak punya tujuan hidup yang jelas.
2.
Pria jantan
adalah mau bergadang untuk mengurusi popok bayinya. Kalau cowok biasa sibuk
bergadang nonton bola semlaman.
3.
Pria sejati itu
yang mencintai 10% wanitanya di awal dan akan terus meningkat. Kalau cowok
biasa mencintai 100% di awal dan akan terus menurun.
Itu dia
temen-temen, itu baru cowok sejati. Sebenernya mah ada lima point penting.
Cuman gue telat nyatetnya haha. Habisnya bu Asna semangat abis nyampaikan
materinya, ketinggalan deh.
Waktu itu Bu
Asna juga cerita tentang suaminya loh temen-temen. Gini nih. “pada suatu hari dulu saat suami saya baru pulang dari kantor terlihat ia dalam kondisi
begitu kelelahan dan lesu serta wajah kusam, namun ketika anak-anak mengajak
bermain seketika ia tersenyum dan memaksakan dirinya untuk bermain dengan
anak-anak. Ketika saya Tanya padanya, kenapa tidak istirahat saja? Lalu suami
saya mengatakan seperti ini, kita tidak tahu kapan akan bertemu lagi dengan
anak-anak, begitu pula anak-anak juga tidak tahu kapan akan bisa bertemu lagi
dengan kita ”. waww dari situ gue dapat menyimpulkan bahwa bu Asna yang
hebat itu juga memiliki sosok suami yang hebat pula, sesuai lah dengan isi
kandungan surah An-nur ayat 26 yang menjelaskan wanita yang baik untuk lelaki
yang baik dan sebaliknya (cek aja di Al-Quran sendiri ya).
Nah temen temen
itu dia materi yang dapat gue inget. Tapi itu baru materinya yah. Ada juga sesi
Tanya jawab, tapi gue cuman inget kata mutiaranya aja (padahal udah bingung mau
nulis apa haha wkwk). Nih gue kasi:
1.
Buku adalah
investasi masa depan
2.
Karena
cita-cita itu akan lepas bagi orang yang tidak gigih
3.
Kita tidak bisa
memberikan apa yang tidak kita miliki
4.
Belajarlah
sibuk, karena dengan sibuk mau tidak mau kita akan memanajemen waktu dan lebih
disiplin
5.
PR umat islam
adalah kebodohan dan kemiskinan
6.
Hidup tak hanya
untuk diri sendiri dan keluarga, namun hidup itu juga untuk Umat.
7.
Sukses ada
ketika kamu tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bisa mengajak
orang lain untuk sukses
Oke itu dia
yang sedikit gue inget dari sekian banyak materi seminar yang bu Asma Nadia
sampaikan. Loh kok inget? Sbenarnya gak ingat beneran sih haha, wah loh terus
bener gak tuh yang ditulis diatas? Eits tenang insya Allah bener kok. Orang gue
nyatet di HP waktu itu. So ada cerita dikit nih, jadi saat sedang seminar,
orang-orang pada aneh ngeliatin gue, gimana gak aneh, bu Asnanya lagi ngasi
materi guenya malah asik main HP sambil senyum-senyum. Padahal sebenernya gue
lagi nyatet tuh. Hehe maklomlah anak rajin (huu sombong), kasian tuh yang gak
nyatet, mungkin dia sudah lelah, mungkin ia lupa apa yang bu Asna sampaikan,
apalagi yang tahu tapi gak dateng, aduhh rugi deh temen-temen, kapan lagi
ketemu tokoh inspirasi nasional.
Penjelasan
sikit ya? Itu tulisan yang miring-miring kayak pohon kelapa mau jatuh adalah kata-kata asli yang terucap
langsung oleh Asma Nadia, so ya biar temen-temen juga ngerasa kayak ketemu
langsung, meskipun nggak juga ya haha. Sebagai penutup gue minta maaf, mungkin
tulisan ini gak akan bisa menggambarkan secara keseluruhan apa yang gue rasakan
saat seminar itu, Jadi harap maklum ya. Karena sesungguhnya hanya tulisan dari
firman Allah lah yang mampu menggambarkan kenyataan hidup ini (Sok bijak lu ib!?
haha gue sih emang bijak wahahaha).
Terima kasih
semoga apa yang gue tuliskan bisa bermanfaat ya?, Wassalamualaikum Wr. Wb. J
~Ikhlas dalam
Berkarya, Bermanfaat untuk Inspirasi Dunia. Oleh: I'ib Persada
0 Comments
Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun.