Shalat Tarawih Bareng Wali Kota Pontianak "Bang Midji"

Assalamu'alaikum guysss apa kabar? udah lama gak buat tulisan lagi nih. karena beberapa hal seperti Kuliah, organisasi, dan kerja. ini aja beberapa jam lagi Gue (Logat jakarta aja ya) akan Ujian Hukum Internasional, yupss salah satu Mata Kuliah Kesukaan Gue yeahhh.

Oke temen-temen kalo liat judul dan ingat tema yang mau gue bahas kali ini. gue jadi inget hadist Nabi Muhammad SAW, riwayat muslim yang kurang lebih intinya seperti berikut

" ada beberapa syarat dan ciri-ciri orang yang menjadi ahli surga dan ketika disurga ia berdiri di atas mimbar cahaya, yakni orang orang memiliki kekuasaan dan berlaku adil dan adil dalam menerapkan hukum"

yess Alhamdulillah.. gue selaku orang Hukum jadi tersentuh ternyata Hukum gak selamnya dipandang negatif, tetapi apabila kita bisa berlaku adil dengan hukum. Maka, itu bisa jadi media untuk masuk surga-Nya Allah. Aminn dehh. So kita doakan deh Bang Midji alias H. Sutarmidji, S.H, M.Hum. selaku Wali Kota Pontianak bisa menjadi pemimpin yang adil. Aminn

Oke temen-temen kita mulai masuk materi nih. Ceritanya pada Rabu, 24 Juni 2015 Gue pergi jalan-jalan usai buka puasa. Rencananya mau Shalat Tarawih di masjid lain, yah mau cari suasana baru gitu. eh ternya ketika Gue mutusin untuk Shalat Tarawih di Masjid Darul Falah yang berada di kota baru alias Jalan M. Yamin, rupanya yang memberikan Kultum atau kepanjangannya tuh kuliah tujuh menit bisa juga disebut Kulkas atau Kuliah ringkas. Tapi saat tarawih itu bukan kulkas atau kultum, tapi kayaknya itu Kulpan alias Kuliah panjang, habisnya banyak yang disampaikan oleh Bang Midji. dari awal Gue masuk ke Masjid emang udah terasa aneh, tumben-tumbennya Polisi dan dari perhubungan jagain tuh masjid, tapi gak apa hehe.

Sebenarnya sih gue udah beberapa kali ketemu sama Bang Midji. Yang Pertama, Gue ketemu Bang midji di SMA Negeri 1 Pontianak. kala itu ia memberi motivasi pada kami yang hendak Ujian Nasional. Gue masih ingat kata-katanya kayak gini nih

"kalian mau tau ndak tanda-tandanye kalo Allah itu akan mengabulkan doa kalian? (Mau.. mau pak hehe) yakni tandanya ketika kalian mulai berusaha keras dan berjuang keras dengan optimisme yang tinggi untuk menggapai apa yang kalian inginkan, hanya itu, sederhana sekali"

yess waktu itu Masjid Al-Badar masih berdiri kokoh, dan saat itu Gue duduk pojok paling belakang hehe. terus pernah juga ketemu saat ada seminar di Auditorium Universitas Tanjungpura. kala itu Gue masih jadi Maba, iya Maba yakni sebutan untuk Mahasiswa Baru, masa-masa pembantaian senior -_-.

Gak seru rasanya kalo Gue gak berbagi ilmu apa yang Gue dapat dari Kulpannya Bang Midji. Tapi hanya intinya aja ya. kata Bang Midji, Manusia yang paling ringan Sakaratul mautnya adalah Nabi Musa. jadi yang seru itu bagian proses saat Malaikat hendak mencabut nyawa Nabi Musa. jadi pada awalnya malaikat hendak mencabut nyawa Nabi Musa lewat Mulut. kemudian Musa berkata

" Tegakah engkau wahai malaikat mencabut nyawaku dari mulut sedangkan mulut ini selalu aku gunakan untuk menyampaikan syariat yang ada di kitab Taurat".

lalu kemudian Malaikat tidak jadi mencabut nyawa lewat mulut, dan hendak mencabut nyawa Musa dari tangan. Lalu Musa berkata lagi

"Tegakah engkau Wahai Malaikat mencabut nyawaku dari tangan, sedangkan tangan ini selalu menenteng Kitab Taurat yang aku gunakan untuk berdakwah"

dan untuk kesekian kalinya Malaikat tidak jadi, dan kemudian beralih hendak mencabut dari kaki. lalu Musa berkata lagi

"Tegakah engkau wahai Malaikat hendak mencabut nyawaku dari kaki, sedangkan kaki ini selalu aku gunakan untuk berjalan ke bukit Tursina untuk menyampaikan firman Allah".

Lalu lagi Malaikat tidak jadi Mencabutnyawa Musa dari kaki. nah untuk kelanjutannya ada dua riwayat, yang pertama adalah Nabi Musa melihat  Tulisan bertuliskan Allah kemudian  ia seketika meninggal, lalu yang kedua hehe Gue lupa apa :D maaf- maaf. Namun intinya bukan itu temen-temen  tapi ketika Nabi Musa sudah meninggal lalu ia ditanya,

"Wahai Nabi Musa bagaimana kah rasanya ketika Sakaratul Maut?" lalu Nabi Musa menjawab "Bagai kambing hidup yang dikuliti".

Subhanallah ya teman-teman, seorang Nabi Musa yang paling ringan Sakaratul mautnya saja merasa sakit yang demikian, apa lagi kita? hii gak bisa dibayangin. Astagfirullah.

Itu Bang Midji biasa ia disapa, juga menyampaikan banyak hal lain. Dia ada bilang kalau surga itu warnanya hijau, (Ceritanya dia mau ngelawak) jadi hijau itu warna yang baik hehe mungkin yang gak ngerti pada gak ketawa, soalnya Bang Midji kan partainya warna Hijau alias P3 hehe seketika jemaah pun tertawa. Dia juga menyampaikan bahwa pontianak juga sudah mendapat penghargaan oleh Tempo sebagai 5 besar kota paling segar bersaing dengan Jogja, Malang, Balikpapan dan lagi-lagi Gue lupa hehe. selain itu ia juga ada menyinggung tentang pembangunan jalan dan pasar, so pesannya kita harus merawatnya bersama. selain itu masih ada, pesannya adalah pastikan anak-anak bapak sekolah (Yups setuju banget pakk yeaaa).

and than, the last Bang Midji menutup Kulpan alias Kuliah Panjang banget dengan menyampaikan agar masyarakat jangan sungkan memberi saran apabila ada yang salah dari pemerintah, jangan sampai setelah pemerintah sudah menjalankan programnya barulah pada komentar. katanya kalau masalah uang APBD insyaallah sistem sudah baik. contoh para pekerja yang bekerja membersihkan jalan biasa di subuh hari itu untuk transfer gajinya sudah via rekening jadi pendataan arus keluar masuk APBD kini sudah jelas dan transparan.

Oke Guysss kayak itu aja dulu yang mau gue tulis. so ini subuh, Gue habis sahur, dan selanjutnya mau shalat subuh dan mau belajar lagi broo hehe doain ya biar ujian hari ini lancar. byee
Wassalamu'alaikum





Post a Comment

0 Comments