Keringatku Bersama Pramuka Buya Hamka

Assalamualaikum wahai netizenn, Salam Pramuka!!! *Tiga kali bersorak :D

Oke dari kalimat diatas saya sudah ngasih kode kira-kira apa yang akan tertulis di entri ini. yups betul, saya akan bahas tentang Pramuka. siapa yang gak tahu pramuka (Praja Muda Karana) yakni suatu organisasi sekolah yang terstruktur non akademik dimana para siswa dapat mengembangkan kreatifitasnya dengan berbagai kegiatan fisik, seni, pikiran, style, sport, food, and manymore. banyak deh pokoknya mulai dari LKBB, yel-yel, lagu, Pionerring, Koloni Tongkat, Cerdas Cermat, SMS alias Semaphore, Morse, Sandi etc.

But, kali ini saya akan sangkut pautkan tentang pengalaman pribadi dalam organisasi ini. sudah hampir 6 tahun saya mengikuti kegiatan pramuka. mulai dari SMP sampai SMA. namun kali ini saya akan bahas mengenai Pramuka di SMP saya, namanya Pramuka Buya Hamka. pramuka ini punya pangkalan namanya MTs Negeri 2 Pontianak. 

Okedeh saya bakalan kenalin  Pramuka Buya hamka sekaligus tentang keseruan dan pengalaman saya selama join dengan Pramuka ini. 

1. Camp. apa itu Camp? sebenarnya ini adalah sekretariat kami di sekolah. namun kakak-kakak mengenalkan pada kami dengan sebutan best camp. yupss suatu tempat penuh perjuangan didalamnya lahir para juara. terdapat banyak sekali Piala dan Trofi juara didalamnya. kalau saya boleh sebut, ini adalah Gudep (Gugus Depan) terbaik di Kalimantan Barat. Kenapa? nanti akan saya jelaskan. sedikit gambaran,  camp kami ini berpintu kaca reben, dildalamnya banyak sekali tongkat-tongkat, Piala-piala, Tali temali, kompas, Rak-rak, dapur, ruang pelatih dan masihh sangat banyak lagi. aduhh jadi kangen dengan camp ini yang dahulu ini sudah seperti rumah keduaku.tapi kabar terakhir Camp kami ini sudah dipindahkan ke ruangan lain yahhh..

2.Pelatih . Seperti apa pelatihnya? sebenarnya ada banyak pelatih kami mulai dari alumni sampai guru, mereka dari berbagai profesi, datang kemari untuk membangun Gudep ini. namun selama 3 tahun saya bersama Gudep Buya hamka ada 3 sosok pelatih yang punya karakter paling kuat di hati saya. siapa itu? 

pertama, Kak Tusi, ia adalah seorang yang penyayang dan sering memberi motivasi super pada kami jikalau mengikuti lomba, orangnya baik dan sangat peduli. 

kedua, adalah kak Totok, menurutku kak totok ini sosok pelatih yang smart sekaligus lawak abis, yupss dibalik kelucuannya tersimpan ide-ide cemerlang dia saat melatih kami. ntahh apakah itu untuk persiapan lomba atau tidak. 

ketiga, adalah Kak Irfan biasa di panggil kak Ende'  mungkin karena ukuran tubuh mininya. eitss jangan remehkan dia. karena kak ende' ini adalah coach Killer, by God sumpah masih ingat saat saya di bentak dan di tekan secara mental. semua itu demi menguatkan mental kami.

rasanya komplit sudah gudep kami punya Pelatih berkarakter yang saling melengkapi. mulai dari seorang Motivator, Seorang Jenius sampai yang killer juga ada. merekalah dibalik kesuksesan Kami.

3. Prestasi. Apa istimewanya Gudep ini? jelas sangat istimewa bagi kami. prestasi gudep ini sudah tak bisa dihitung. dari kompetisi bawah sampai atas, mulai dari kompetisi kota sampai nasional sudah di ganyang habis. Yah banyak sangat banyak, saya tak bisa sebut satu persatu. contoh lomba yang pernah kami juarai untuk tingkat kota adalah Perjusami di SUPM dan IAIN Pontianak. dan sudah beberapa kali meraih piala bergilir tingkat kota. 

Selain itu Gudep Buya Hamka juga selalu menjadi Wakil Kalimantan Barat dalam event terbesar Nasional yakni Lomba Tingkat Nasional yang diselenggarakan kalu saya tidak salah tiap 5 tahun sekali dan melalui 5 tingkatan yakni tingkat 1 di Gudep, tingkat 2 di kecamatan, tingkat 3 di kabupaten, tingkat 4 di provinsi, dan tingkat 5 di Nasional. dannn Gudep Buya Hamka ini selalu sampai ke Tingkat Nasional. Yesss

Oke cukup untuk perkenalannya, sekarang saya akan cerita tentang keseruan dan pengalaman saya selama latihan, lomba, sampai kegiatan refreshing bareng Gudep..

Tahun pertama Bersama Buya Hamka (2008-2009). Oke ini adalah tahun pertama saya ikut Organisasi, awalnya saya gak terlalu paham, jika Gudep ini punya segudang Prestasi. karena motivasi awal saya adalah saya ingin belajar, yupss hanya belajar karena dulu saya adalah orang yang pemalu, penakut serta GENDUT. jadi, saya bergabung untuk belajar bagaimana cara bersosialisasi, belajar melatih keberanian, dan ngurusin badan hehe.

Sedih, iya perasaan sedih pernah saya rasakan ketika pertama-tama join dengan Gudep Hamka (biasa di sebut). bukan karena dimarah-marah atau di push up tetapi karena tidak terpilih di event lomba perjusami di IAIN tahun itu. Namun ada untungnya juga tidak ikut lomba itu, ya untung karena pada tim yang turun pada saat itu tidak berhasil juara dan tidak bisa mempertahankan piala bergilir yang sudah diraih tahun lalu. jadi setidaknya saya tak merasakan sakitnya kalah.

beberapa minggu kemudian setelah lomba itu ada lomba lagi, yakni lomba Perjusami di SUPM. dan alhamdulillah kali ini saya terpilih didalamnya menjadi tim inti 10 orang dan 3 orang pendamping, pada lomba itu saya memiliki sahabat yang setia pada gudep sampai kami lulus smp mereka adalah Ilsyah (Si Pemimpin Regu), Sumadi, dan Arif Azmi. dan kami harus latihan setiap hari selama 2 minggu lamanya. ada banyak mata lomba dalam Perjusami kala itu seperti LCT, Tenda, Koltong (Koloni Tongkat), Menara Pionerring, SMS, Hasta Karya, Survival, memasak makanan Tradisional dll. pada Lomba itu saya mengikuti lomba Tenda, Survival, Pionerring, dan Koloni Tongkat.  dan alhamdulillah seingat saya Lomba Tenda mendapat Juara 1, Survival Juara 1, Pionerring Juara 3 dan Koltong juara 3. Alhasil setelah semua mata lomba di akumulasikan Gudep kami berhasil meraih Piala juara umum dan bergilir yeessss jadi kesan yang menyenangjan pertama saya.

Pada lomba itu gudep hamka selalu punya regu inti namanya Rajawali untuk laki-laki, dan Matahari untuk perempuan.

saya masih ingat ketika latihan mendirikan tenda, kami diajarkan untuk kompak, sigap, cerdas, serta manajemen tugas dengan baik. karena yang dinilai selain keindahan tenda namun juga waktu dan kekuatan tenda.

kemudian pada saat latihan survival saat itu yang diturunkan adalah saya dan Ilsyah. kami harus membuat bifak atau semacam tenda praktis dengan peralatan seadanya yakni tali, tongkat, dan Mantel Hujan. waktu yang diberikan hanya 10 menit. dan saat kami latihan rekor tercepat adalah 2 menit woww padahal waktu itu sedang hujan.

kemudian saat lomba Pionerring, Pionerring adalah menara yang terbuat dari bambu dan diikat tali. Latihan Pionerring ini adalah yang paling menyakitkan, karena unsur kekuatan adalah yg paling dominan. yups bagaimana tidak, jika tali yang diikatkan pada bambu tidak kuat. maka, jelas menara akan roboh jika dinaiki. waktu itu kami hanya kalah waktu dengan SMP 3, karena Pionerring kami sangat rumit. it's oke nggak apa..

Ada lagi, yakni lomba Koloni Tongkat. Koloni Tongkat adalah lomba dimana para peserta menampilkan gerakan berperang dengan tongkat. sesekali ada variasi, formasi dan yel-yel. saya masih ingat sebuah motifasi yang disampaikan Kak Tusi saat beberapa menit sebelum tampil. seperti ini "Juara itu tidak penting, yang penting jika kalian mendapat yang terbaik dengan tampil yang terbaik" yupss proses bagi kami adalah segala-galanya dalam lomba. bukan soal hasil, juara, atau hadiah apa yg akan kami dapat. tapi yang penting adalah perjuangan, kerja keras, latihan selama ini. tidak mungkin seseorang itu sukses jika tanpa pengorbanan.

Oke Masuk tahun kedua bersama Gudep Hamka. tahun ini adalah tahun dimana saya paling banyak mengikuti lomba. lomba tersebut adalah Perjusami IAIN yang tahun lalu kalah, dan tahun ini kami berhasil kembali merebutnya lagi dari Gudep Jiguslim MTsN 1 Pontianak. kemudian lomba Tour the Scout Universitas Tanjungpura, dan lagi-lagi kami berhasil Juara Umum. dan lomba terakhir saya adalah di lomba SSC/ Smandel Scout Camp, dan lagi-lagi kami berhasil meraih Juara umum.

saya jelaskan singkat saja di tahun kedua ini. susah, senang kami lalui bersama, persahabatn terjalin sesama regu putra dan putri. latihan kami pun tak pernah santai selalu serius. dan penuh tekad dan semangat. berkali-kali kami mendapat ujian mental oleh kak Ende'. dan banyak dari materi latihan diberikan oleh kak Totok, serta motivasi selalu diberikan oleh Kak Tusi. Itulah mengapa, selama menjadi Pramuka di Gudep Buya Hamka ini kami Tak terkalahkan. karena semua yg didapat sesuai dengan perjuangannya. namun kami tak pernah puas dan cepat berbangga diri. setelah menang kami mengevaluasi dan kembali berlatih memperbaiki keadaan.

Terima Kasih, kata yang bisa saya ungkapkan untuk pelatih, alumni dan rekan-rekan Gudep. mereka telah memberikanku banyak sekali arti perjuangan, arti sebuah kompetisi. Maaf, karena saya jarang untuk melatih. karena saya merasa lebih dibutuhkan di salah satu Organisasi SMA yang juga sering mengikuti kompetisi tiap tahunnya yakni Paskibra. Saya berharap di SMA ini, saya bisa memberi perubahan lewat apa yang telah kalian berikan padaku. Meski Paskibra SMA ini jarang bahkan hampir tak pernah juara. saya tetap yakin lewat pengalaman ini bahwa akan ada perubahan kelak, justru itulah tantangannya. semua yang saya lakukan adalah karena jiwa kompetisi yang terpatri oleh kalian para pelatihku. saya hanya berharap bisa menjadi bermanfaat disini. dan akan kubuktikan itu.

memang jiwa kompetisi itu tak bisa hilang dari diriku. dan kini disaat saya baru saja lulus SMA. saya kembali ke SMA untuk mengimplementasikan jiwa kompetisi itu lagi,. Namun bukan sebagai peserta yang mengikuti lomba namun sebagai Pelatih. Aminn

Okedeh teman-teman seperti itulah kisahku bersama Gudep Kesayanganku. Sebenarnya masih banyak yang ingin diceritakan tapi yasudahlah jika saya harus lanjut cerita tentang Paskibra. Mungkin di judul blogku lainnya ya. mungkin bertema Sang Juara, Amin mohon doanya teman-teman.

Sekian.. Wasaalamu'alaikum :D

Oleh: I'ib Persada



Post a Comment

0 Comments